Monday, 6 May 2013

Tips Cara Pacaran jarak Jauh

Tips Cara Pacaran jarak Jauh - Tips pacaran jarak jauh ini solusi sahabat yg menjalani hubungan jarak jauh. Solusi awet cara menjalani hubungan jarak jauh yang sulit pas buat sahabat yang sedang menjalani pacaran jarak jauh agar tetap awet dan memiliki hubungan yang baik.
tips cara menjalani hubungan jarak jauh agar lebih awet dalam hubungan. Tips cara menjalani pacaran jarak jauh ini merupakan solusi tepat bagi hubungan jarak jauh anda

Oh ya... Apa sahabat pernah menjalani hubungan jarak jauh? Atau mungkin saat ini sahabat sedang menjalani pacaran jarak jauh? Lw gitu yuk kita berbagi tips cara awet menjalani hubungan jarak jauh atau pacaran jarak jauh.
  1. Komunikasi dalam Pacaran Jarak Jauh
    Komunikasi dalam hubungan tentu menjadi point penting.  Komunikasi menjadi salah satu kunci sukses pacaran, begitu pun dengan pacaran jarak jauh. Cara menjalani pacaran jarak jauh dengan komunikasi yang baik tentu menghasilkan hubungan yang baik pula. Dengan komunikasi yang baik akan menimbulkan saling keterbukaan dalam hubungan atau pacaran, dalam hal ini pacaran jarak jauh.
  2. Hubungan Jarak Jauh Butuh saling Percaya.
    Dalam pacaran jarak jauh, tips cara awet menjalani hubungan yaitu saling percaya, dengan adanya saling percaya satu sama lain maka kondisi pacaran jarak jauh akan selalu terjaga. Dengan saling percaya maka hubungan dapat berjalan dengan sukses, Eits tapi ingat yah.. jika anda dipercaya oleh pacar anda, jangan sia-siakan kepercayaan itu. Karena saling percaya kadang kala tergerus oleh derasnya cobaan pacaran jarak jauh.
  3. Pacaran jarak jauh butuh sedikit rasa egois.
    Rasa egois ini bukan berarti menang sendiri dan menciutkan pacar kita ketika telah menjalani hubungan jarak jauh. Tapi dalam pacaran jarak jauh, rasa egois lebih tertuju kepada niat untuk mudah percaya kepada semua orang. Kita tidak boleh terlalu percaya dengan apa yang dikatakan orang lain yang dapat menjadi masalah bagi hubungan kita. telaah dlu dan komunikasikan dengan baik, atau jika tidak yakin cari tahu sendiri untuk keamanan hubungan pacaran jarak jauh anda.
  4. Pacaran Jarak Jauh harus Pandai mengatur waktu
    Pacaran jarak jauh tentu membutuhkan pula pertemuan yang intens. Jadi jika ada waktu luan dan peluang untuk ketemu maka manfaatkanlah waktu itu. Jadi usahakan selalu cari cara untuk ketemu agar par pacaran jarak jauh anda tetap awet dan terjaga.
  5. Pacaran jarak jauh butuk keseriusan
    Jika anda benar serius dalam menghadapi pacaran jarak jauh yang sulit, tentu akan lebih memudahkan anda. Pacaran jarak jauh akan mengukur sejauh mana keseriusan anda dalam pacaran?
  6. Pacaran Jarak Jauh bukti cinta sejati.
    Pacaran jarak jauh akan mengokohkan cinta anda. Pacaran jarak jauh akan membuat anda lebih sabar dalam pacaran. Dengan pacaran jarak jauh, ciri-ciri cinta sejati akan lebih nampak.
  7. Temukan hakikat Pacaran jarak jauh.
    Hakikat pacaran atau hubungan jarak jauh adalah rasa kangen dan rindu. Jika menjalani hubungan jark jauh lantas tidak pernah merasa rindu maka mungkin saja terjadi sesuatu. Pada hakikatnya pacaran jarak jauh akan selalu menimbulkan rasa rindu. So buat pacar anda merasa rindu dan mengingat anda setiap saat. Caranya, sekali-kali berikan ungkapan kasih sayang yang membuatnya selalu ingat kepada anda. Jika ada kesempatan lakukan sesuatu yang bisa membuatnya bahagia dan selalu mengingat anda. Buat ia selalu merasa rindu akan hadirnya dirimu disisihnya. Itulah hakikan pacaran jarak jauh sesungguhnya.
Jadi itulah beberapa tips cara menjalani hubungan jarak jauh agar lebih awet dalam hubungan. Tips cara menjalani pacaran jarak jauh ini merupakan solusi tepat bagi hubungan jarak jauh anda. Tips menjalani hubungan jarak jauh ini telah teruji waktu untuk menjadi motivasi tersendiri dan berdasarkan berbagai sumber yang saya ramu untuk solusi hubungan dan pacaran jarak jauh sahabat.

Baca Juga:

Monday, 29 April 2013

Sistem pendidikan Kurikulum 2013 & UN (Ujian Nasional)



Ujian Akhir Nasional dan kurikulum 2013 masih menjadi masalah dalam sistem pendidkan Indonesia. Ujian Nasional (UN) harusnya jadi kunci soal masalah pendidikan Indonesia. Tapi apa yang terjadi dengan sistem pendidikan Indonesia saat ini? apakah Ujian Nasional hanya menjadi proyek kementerian pendidikan? ataukah kurikulum 2013 hanya sistem pendidikan coba-coba?
“Perhatian untuk semuanya, kalian boleh bekerjasama dengan catatan setiap peserta ujian nasional diharapkan untuk menjaga ketertiban dan tidak menimbulkan suara yang berisik sampai keluar, cukup di dalam kelas ini saja. Lha kan ini ujian bu? “
            Illustrasi di atas merupakan fakta dari hasil diskusi secara langsung dengan beberapa orang siswa siswi salah satu sekolah di Indonesia yang bercerita tentang pengalaman mereka saat menghadapi ujian akhir  nasional. Fenomena di atas di atas bisa jadi tidak hanya terjadi di salah satu sekolah di Indonesia, mungkin kalau ditelusuri dengan teliti atau bahkan mengoreksi informasi dari siswa secara langsung yang sedang menghadapi ujian, bisa jadi didapatkan fakta yang sama dengan hal yang di atas. Senada dengan hal ini mengingatkan penulis pada sebuah statement bijak yang mengatakan bahwasanya “tidak ada murid yang nakal, yang tidak bijak itu adalah guru dalam mengajari murid”. Ini berarti bahwa palanggaran itu ternyata dilegalkan secara langsung oleh guru yang mengawas, walaupun memang benar adanya pengawas yang bersangkutan bukan guru mengajar si murid yang sedang mengikuti ujian, tapi toh guru tetap saja guru adalah   yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dan guru berperan untuk mencerdaskan anak bangsa.
            Niat pemerintah yang pada dasarnya ingin melahirkan generasi muda yang cerdas dan memiliki kompetensi ternyata tidak didukung oleh mentalitas beberapa pengawas (guru) yang fair dalam mengawas ujian. Jika hal ini seperti ini terus terjadi bagaimana bisa melahirkan generasi muda yang cerdas dan memiliki kompetensi itu lahir secara sempurna? Yang ada akan menciptakan budaya bagi anak bangsa ini untuk tidak percaya diri dan menjadi pemalas bahkan selalu bergantung kepada yang lain. Padahal merekalah para pemuda yang akan menjadi generasi penerus di masa depan. Namun sebelum berbicara tentang hal generasi lanjutan apakah mentalitas mentalitas guru yang seperti itu akan tetap bisa melahirkan generasi yang sesuai dengan karakter bangsa. Sudah tentu bangsa Indonesia menginginkan karakter generasinya baik, karena karakter suatu bangsa itu dicerminkan oleh karakter seperti apa yang ada pada seorang pendidiknya.
            Apa yang menjadi harapan penulis untuk bangsa ini adalah selain sesuai dengan niat pemerintah, juga berharap agar kualitas kualitas didik serta pendidikan Indonesia bisa sejajar bahkan lebih baik dari kualitas pendidikan negara negara maju, dimana mereka mendidik cikal bangsanya untuk mampu belajar kompetisi sejak dini dengan skala yang diakui dunia.